Hiburan

Secawan Madu: Lagu Terbaru Via Vallen yang Mengisahkan Perihnya Patah Hati

Lagu terbaru Via Vallen yang satu ini sukses membuat para pendengarnya menjadi baper dan ikut merasakan perihnya patah hati. Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai lagu tersebut, ada baiknya anda mengetahui sedikit informasi mengenai penyanyi dangdut yang viral belakangan ini. Via Vallen memiliki nama asli Maulidia Octavia. Penyanyi dangdut ini lahir di Surabaya. Ia lahir pada tahun 1991 tepatnya pada tanggal 1 Oktober. Via Vallen memulai karirnya di usia yang terbilang sangat muda yaitu 15 tahun. Saat ini Via Vallen tinggal di kota Sidoarjo di Jawa Timur. Penyanyi dangdut ini aktif memulai karirnya pada tahun 2006 hingga saat ini. Via Vallen merupakan salah satu penyanyi dangdut muda yang berhasil meroket naik menjadi idola.

Wajahnya yang cantik membuat para penggemar prianya terkesima dan tersipu. Bahkan beberapa mengatakan bahwa Via Vallen memiliki wajah yang sangat mirip dengan penyanyi terkenal yang bernama Isyana Sarasvati. Para penggemar penyanyi dangdut bernama Via Vallen ini diberi sebutan dengan nama Vyanisty. Nama atau sebutan Vyanisty ini mulai resmi atau diresmikan pada 2010 tepatnya pada tanggal 24 September. Via Vallen memang memiliki sejumlah talenta yang bersinar dan terkenal bukan hanya karena wajah cantiknya saja. Via Vallen juga bisa memainkan alat musik. Saat menyanyi di panggung, Via Vallen juga dapat berinteraksi baik dengan para penontonnya serta dapat membawakan berbagai lagu khususnya lagu dangdut dengan sangat menarik dan bersemangat.

Via Vallen merupakan salah satu penyanyi idola yang terbilang cukup bersinar di dunia musik Indonesia khususnya dunia musik dangdut. metrolagu penyanyi dangdut muda ini berjudul Secawan Madu yang mengisahkan tentang perihnya patah hati. Lagu ini sukses membuat banyak pendengarnya baper dan juga beberapa yang mengalami hal yang serupa dengan lirik atau kisah lagu tersebut menjadi terhibur dan dapat meluapkan isi hati melalui menyanyikan lagu tersebut. Lagu ini juga mengisahkan tentang betapa sakitnya dibohongi dan dikecewakan, yang semula berkata cinta namun ujungnya hanya ingin memainkan perasaan saja. Bahkan di lagu ini dikatakan bahwa sakitnya patah hati seperti tertusuk seribu duri.